Undamped Series-Resonant Circuit (Rangkaian LC)
November 18, 2010 Leave a Comment
Rangkaian LC merupakan rangkaian elektronik sederhana yang terdiri dari tegangan sumber Vd, induktor L dan kapasitor C. Semua komponen tersebut disusun secara seri. Rangkaian ini disebut undamped karena memang tidak ada resistor yang berfungsi sebagai dumper. Nanti akan terlihat dalam persamaan orde dua dari rangkaian tersebut kalau rasio dumping nya bernilai nol.
Gambar 1. Undamped Series-Resonant Circuit (Rangkaian LC) [1]
Sebuah rangkaian LC (Undamped Series-Resonant Circuit) ditunjukkan pada Gambar 1 dengan tegangan input Vd saat t0. Kondisi awal atau pada saat t0 dari state variable arus induktor iL dan tegangan kapasitor vc adalah IL0 dan Vc0. Persamaan rangkaian di atas adalah sebagai berikut:
Dan
Untuk mendapatkan variable vc, persamaan (2) bisa diubah menjadi:
Dengan menggabungkan persamaan (3) ke dalam persamaan (1) maka Vd menjadi:
Untuk membuktikan bahwa rangkaian tersebut adalah Undamped Series-Resonant Circuit, maka dengan menggunakan transformasi Laplace, persamaan (3) dan persamaan (4) bisa ditulis sebagai berikut:
dan
Hubungan tegangan input Vd(s) dan tegangan output Vc(s) adalah sebagai berikut:
dimana
Sehingga persamaan (7) bisa ditulis sebagai berikut:
Pada persamaan (9) terlihat bahwa sistem (rangkaian) tersebut tidak mempunyai rasio dumping ζ.
Untuk mendapatkan solusi persamaan (1) dan (2) dari rangkaian di atas, maka persamaan (4) di-differensiasikan:
maka
Dengan memasukkan persamaan (8), persamaan (11) bisa ditulis sebagai berikut:
Untuk menyelesaikan persamaan (12) yang merupakan persamaan homogen orde dua, maka kita tulis ulang persamaan (12) dalam bentuk berikut:
Dengan menggunakan pengandaian y=ert, y’=rert dan y’’=r2ert, maka persamaan (13) ditulis sebagai berikut:
Sehingga
Atau bisa ditulis sebagai berikut
Dari persamaan (16) sudah sangat jelas kalau persamaan (14) mempunyai dua akar berbeda yaitu r=jωo dan r=-jωo . Sehingga solusi umum persamaan (12) adalah sebagai berikut:
Dimana
Dan
Lalu dengan memasukkan persamaan (20) dan (21) ke dalam persamaan (19) dan dengan memisahkan konstanta real dan imajiner, akan di dapat:
Dengan membuat konstanta baru C=(A+B) dan D=j(A-B), maka persamaan (22) bisa ditulis sebagai berikut:
Sebagaimana di awal, pada saat t=0 maka iL(t)=IL0 sehingga
Dan konstanta C bisa didapat
Untuk mendapatkan nilai D, differensiasikan persamaan (23)
Kemudian kembali ke persamaan (1)
Atau dengan menggabungkan dengan persamaan (26), maka:
Kemudian gabungkan dengan persamaan (27)
Dimana pada saat t0=0, iL(t0)=IL0, dan vc(t0)=Vc0,
Sehinggal konstanta D adalah sebagai berikut:
Dengan memasukkan konstanta C dan D di persamaan (25) dan (31) ke dalam persamaan (23), maka:
Atau dengan menintegrasikan Lr ke dalam ωo akan di dapat karakteristik impendansi rangkaian Zo.
Dan persamaan (32) bisa ditulis sebagai berikut:
Untuk medapatkan solusi untuk vc, maka kembali pada persamaan (1)
Dimana
Dengan menggabungkan persamaan (36) ke dalam persamaan (35), didapat
Dimana Zo=Lrωo, sehingga persamaan (37) bisa ditulis
Gambar gelombang tegangan kapasitor dan arus inductor pada saat IL0=0.5 dan Vc0=0.75 bisa dilihat pada Gambar 2.
Gambar 2 Gelombang tegangan kapasitor dan arus induktor pada saat IL0=0.5 dan Vc0=0.75 [1]
Acuan:
[1] Mohan, Undeland, Robbins,”Power Electronics: Converters, Applications and Design”,Media Enhanced Third Edition, Wiley and Sons,2003.




Recent Comments